<img class="an-image" src="http://3.bp.blogspot.com/- Wz6SIc_Zfng/Vi4Yj9DPKnI/AAAAAAAADN4/nY1_L9r4r_4/s1600/simple.png" />
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Pengertian Masyarakat Desa
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadikusuma mengemukakan sebagai berikut : desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Menurut Bintarjo desa merupakan perwujudan atau kesatuan geogarafi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat disitu dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Sedangkan menurut Paul H.Landis : desa adalah penduduknya kurang dari 2500 jiwa.
Ciri-ciri masyarakat pedesaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat pedesaan yaitu :
Ø Kehidupan didesa masyarakatnya masih memegang teguh keagamaan atau adat dari leluhur mereka.
Ø Warga pedesaan lebih condong saling tolong-menolong tidak hidup individualisme
Ø Warga pedesaan mayoritas memiliki pekerjaan sebagai petani.
Ø Fasilitas-fasilitas masih sulit ditemukan dipedesaan
Ø Warganya masih sulit untuk menerima hal baru atau mereka tertutup dengan hal-hal yang baru.

Pengertian Masyarakat Kota
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community.pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
Ø Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
Ø Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
Ø Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
Ø Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
Ø Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
Ciri ciri tersebut antara lain :
Ø jumlah dan kepadatan penduduk
Ø lingkungan hidup
Ø mata pencaharian
Ø corak kehidupan sosial
Ø stratifiksi sosial
Ø mobilitas sosial
Ø pola interaksi sosial
Ø solidaritas sosial
Ø kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional

Sumber :
http://sosbud.kompasiana.com/2012/10/25/perbedaan-masyarakat-kota-dan-desa-504304.html
Continue reading

Senin, 22 Oktober 2012

Contoh Sebuah keluarga
Pengantar (Pengertian Keluarga)
Menurut Wikipedia keluarga adalah sebuah unit terkecil dari masyarakat yang didalamnya terdiri dari seorang kepala keluarga (biasanya seorang ayah) dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap yang diantara satu sama lain memiliki sebuah ketergantungan.
Keluarga Inti
Keluarga Inti ( nuclear family ), adalah keluarga yang dibentuk karena ikatan perkawinan yang direncanakan yang terdiri dari suami, istri, dan anak- anak baik karena kelahiran (natural) maupun adopsi. Sedangkan menurut saya sendiri keluarga inti adalah sekumpulan orang yang meiliki hubungan darah dan tinggal bersama dalam satu atap yang di dalamnya terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya, dan di sini ayah berperan sebagai kepala rumah tangga yang harus bertanggung jawab kepada keluarganya sedangkan ibu dan anak memiliki peran masing-masing yang saling berhubungan.

Keluarga Besar
Keluarga Besar ( extended family ), keluarga inti ditambah keluarga yang lain (karena hubungan darah), misalnya kakek, nenek, bibi, paman, sepupu dan termasuk keluarga modern, seperti orang tua tunggal, keluarga tanpa anak. jadi bisa dikatakan keluarga besar adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam satu atap yang di dalamnya terdiri dari ayah, ibu, anak-anak serta orang yang masih meiliki hubungan darah seperti orang tua dari ayah/ibu (kakek-nenek) saudara dari ayah/ibu (paman/tante).

Fungsi Keluarga  
1. Fungsi Biologis 
  • Untuk meneruskan keturunan maksudnya adalah dengan kita berkeluarga kita dapat memiliki keturunan dari hasil perkawinan 
  • Untuk menjaga dan membesarkan anak maksudnya adalah dengan kita berkeluarga (memiliki keluarga) kita dapat membesarkan anak baik itu anak dari hasil perkawinan ataupun anak dari hasil adopsi   
2. Fungsi Psikologis
  • Memberikan perhatian diantara anggota keluarga maksudnya di sini dengan adanya keluarga, sesama anggota keluarga dapat saling memberikan perhatian satu sama lain
  •  Memberikan kasih sayang dan rasa aman disini dengan adanya keluarga kita bisa mendapatkan kasih sayang dari anggota keluarga yang lain
3. Fungsi Sosialisasi
  • Membina sosialisasi pada anak maksudnya dengan adanya keluarga kita bisa melatih anak bersosialisasi sebelum anak itu bersosialisasi dengan dunia luar yang lebih luas
  • Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga maksudnya dengan adanya keluarga kita bisa meneruskan nilai budaya keluarga yang kita miliki ke dunia luar (masyarakat)
 Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/10/pengertian-keluarga.html
http://id.scribd.com/doc/24864749/Pengertian-Keluarga
Continue reading

Rabu, 03 Oktober 2012

Hakikat Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar (ISD) pada hakikatnya adalah ilmu yang membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya yang diwujudkan dengan sebuah kenyataan sosial. Selain itu Ilmu Sosial Dasar juga memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial yang kita hadapi dalam lingkungan. misalnya daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam lingkungan sosial.  Ilmu sosial bukanlah suatu bidang keahlian ilmu-ilmu sosial tertentu, seperti politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian berasal dari berbagai bidang ilmu sosial seperti ilmu politik, sosiologi, sejarah dan sebagainya

Ruang Lingkup ISD
ISD meliputi dua kelompok utama, yaitu studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga – lembaga sosial.
Sasaran STUDI ISD adalah aspek – aspek yg paling dasar yg ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah – masalah yg terwujud dari padanya.
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataankenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu,
  • Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
  • Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan­kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial.Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan kosep “Kesatuan sosial”. Bertolak dari kedua konsep tersebut di atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat :
  • Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan
Konsorsium Antar Bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari ke delapan Pokok Bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
4. Masalah hubungan antara warga negara dan negara.
5. Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6. Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan
masyarakat.



ISD Sebagai Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat dan Pendidikan Umum
Perbedaan Ilmu Sosial Dasar Dan Ilmu Budaya Dasar
Maksudnya di sini ISD diberikan kepada para mahasiswa di jenjang perkuliahan dengan tujuan mahasiswa dapat berkembang menjadi sumber daya yang memiliki ilmu sosial yang tinggi sehingga mereka dapat bermasyarakat dengan lingkunganya secara baik


ISD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya
ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap,kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.


Perbedaan Antara ISD dan IBD
Ilmu social dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga negara Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah)
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

jadi dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu sosial dasar mempelajari pola perilaku masyarakat sedangkan budaya dasar sendiri untuk menambah wawasan nilai-nilai budaya itu sendiri.

referensi :
Continue reading

     Ketika kita menulis sebuah postingan/artikel di internet kita tak boleh hanya asal menulis semaunya sendiri, kita harus memperhatikan beberapa aturan dan etika ketika dalam melakukan sebuah postingan artikel. ini disebabkan karena internet adalah sebuah dunia maya yang tidak mengenal batas, jangkauannya sangat global dan luas. berikut ini adalah beberapa etika yang perlu diperhatikan ketikan melakukan sebuah posting artikel di internet :
  • Biasakan mencantumkan sumber tulisan
    • maksudnya di sini adalah jika anda melakukan sebuah posting, dan artikel tersebut bukan buatan anda sendiri (berasal dari web orang/buku) anda harus mencantumkan sumber dari artikel yang anda tulis tersebut, misal dengan menuliskan link ataupun menuliskan judul buku
  • Tulisan/Artikel tidak mengandung SARA
    • pastikan artikel yang anda buat bukan tulisan yang berkaitan dengan suku, ras, agama ataupun golongan yang bisa menimbulkan perpecahan ataupun permusuhan
  • Tidak mengandung pornografi
    • pastikan artikel yang anda posting di internet tidak mengandung gambar pornografi yang melanggar undang-undang di negara kita.
  • Tulisan harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
    • Postingan yang anda buat di internet harus sesuai dengan fakta/keadaan yang sebenarnya dan tidak dibuat-buat
  • Tulisan harus menggunakan EYD
    • ketika anda membuat sebuah artikel di internet usahakan menggunakan bahasa yang baik dan bena, sehingga artikel anda mudah dipahami oleh si pembaca dan tidak menimbulkan kesalah pahaman


Continue reading